Thursday, December 22, 2011

TUJUH TAHUN HILANG PASCA TSUNAMI, GADIS BELIA PULANG

TUJUH TAHUN HILANG PASCA TSUNAMI,

GADIS BELIA PULANG


Teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita tantang seorang gadis Aceh yang telah hilang selama 7 tahun pasca tsunami akhirnya kembali pulang kepada kedua orang tuanya. Sungguh suatu mukjizat yang luar biasa bagi kedua orang tua gadis ini. Anaknya yang dikira sudah tidak selamat lagi ternyata masih hidup, pada saat tsunami menerjang, gadis ini masih berusia 8 tahun, ia terlepas dari pegangan ibunya. Ibu gadis tersebut bukannya tidak berusaha mancarinya, tapi ia tidak yakin kalau anaknya masih hidup.

Gadis malang itu bernama Wati (15) warga Lr Sangkis, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Provinsi Aceh. Ibrahim, yang tak lain adalah neneknya, mengatakan bahwa cucunya tersebut menghilang saat berusia delapan tahun saat tragedi tsunami menerpa Aceh 26 Desember 2004.

"Saya yakin benar kalau dia adalah cucu saya, karena dari ciri-ciri sudah kami lihat ada kemiripan cucu saya yang hanyut bersama gelombang tsunami tujuh tahun lalu," katanya.

Ia mengatakan, dari keterangan gadis berkulit hitam manis tersebut, selama ini ia tersesat dan melanglang buana sampai ke wilayah Aceh Utara dan Aceh Besar, tidak mengetahui di mana orang tuanya karena trauma dan rasa takut masih menghantui perasaan gadis itu. Ibrahim Rabu (21/12) siang mengatakan, gadis berambut capak itu turun di terminal Bus Meulaboh datang dari Kota Banda Aceh, dan ia pergi ke warung kopi Simpang Pelor kemudian duduk termenung.

Saat itulah warga setempat yang mengira gadis berkerudung biru itu adalah seorang peminta-minta menayakan asal-usulnya dan ia terdiam, tak lama kemudian ia hanya teringat nama kakeknya yang ditinggal di Kota Meulaboh. "Saat ditanya orang dia hanya teringat nama saya, kemudian ada warga kita langsung mengantarkan dia ke rumah, kemudian saya langsung memanggil kedua orang tuanya yang selamat waktu tsunami dulu," jelas Ibrahim.

Sementara itu Yusniar (35) dan M Yunus (43) merupakan orang tua dari gadis belia yang sudah berusia 15 tahun itu mengaku benar anaknya dari tahi lalat dan bekas luka diatas kelopak matanya saat berusia enam tahun bersamanya. "Ini benar anak saya, saat saya tanya dia punya kakak bernama Yuli dan seorang adik saat ia dulu berusia 7 tahun, kakaknya dulu selamat, namun dia hilang dibawa gelombang tsunami," sebut Yusniar.

Yusniar tidak yakin kalau anak keduanya itu masih hidup setelah dibawa dahsyatnya arus gelombang tsunami, akan tetapi setelah melihat dari ciri-ciri, bawaan serta kemiripan anak itu tampak jelas raut wajah ayahnya. Isak tanggis keluarga Wati mengemparkan warga Kelurahan Ujong Baroh, berbondong-bondong melihat korban tsunami Aceh yang menghilang ternyata masih hidup melang-lang buana tidak tahu pulang ke rumah.

Sungguh beruntung keluarga ini, akhirnya mereka dipertemukan kembali dengan anak kesayangannya yang telah hilang selama 7 tahun. Allah memang mempunyai rencana tersendiri bagi hambanya, kita sama sekali tidak bisa menebaknya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari pertemuan sang anak dengan keluarganya ini.

2 comments:

Mayangsekar Agintiara said...

Alhamdulillah Allah masih melindunginya :D

Pahlevie said...

Iya, alhamdulillah sekali, bayangkan jika hal itu terjadi oada diri kita

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting