Tuesday, December 20, 2011

ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI



ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI

Alangkah Lucunya Negeri Ini, sebuah karya film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar ini mengangkat tentang hal yang tengah hangat dan sangat diperbincangkan saat ini, yaitu realita kehidupan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Mulai dari kehidupan anak jalanan, pencopet, DPR, korupsi, pengangguran, dan kehidupan masyarakat golongan bawah.

Muluk (Reza Rahadian) sudah dua tahun lulus dari menjadi sarjana manajemen, tetapi karena persaingan dalam mencari pekerjaan sangatlah ketat, dan kurang dibutuhkannya sarjana manajemen, ia pun tak mendapatkan pekerjaan. Ini diperlihatkan pada tayangan di awal film dimana pada saat Muluk melamar pekerjaaan ke sebuah perusahaan yang akan bangkrut, dia ditolak mentah-mentah oleh pemimpin perusahaan itu. Sudah terlalu banyak cara-cara manajemen yang diterapkan di perusahaan itu yang diambil dari buku-buku yang ditulis oleh penulis terkenal, mulai dari ilmu manajemen dari Amerika, Cina, Jepang, dan Arab, tetapi hasilnya nihil, perusahaan itu tetap saja bangkrut. Alhasil, Muluk sudah 2 tahun menjadi pengangguran.

Pada saat Muluk berjalan dipasar, ia melihat sekawanan pencopet sedang beraksi. Mereka terdiri dari beberapa orang, dan menggunakan cara yang ampuh dalam mencopet. Lalu Muluk pun menangkap pencopet yang bernama Komet (Angga) itu, akan tetapi ia melepasnya lagi. Terbesit di pikiran Muluk, bahwa ia ingin mengubah kehidupan dari para pencopet itu menjadi lebih baik. Ia ingin mereka dapat hidup dari cara yang halal, bukan malah mengambil yang bukan menjadi hak mereka.

Muluk pun pergi ke markas sang pencopet, dengan ditemani Komet, ia dikenalkan dengan bos mereka, pimpinan dari sekelompok pencopet anak-anak yang sering beraksi di tengah masayarakat, yaitu Jarot (Tio Pakusadewo). Muluk kemudian menawarkan sebuah kerjasama pada Jarot. Ia akan melakukan sistem manajemen terhadap setiap penghasilan yang didapat dari hasil mencopet setiap harinya. Muluk menjelaskan, dengan cara ini, maka sedikit demi sedikit, uang tersebut akan terkumpul dan para pencopet cilik tersebut nantinya dapat membuka sebuah usaha yang halal dan tak perlu lagi mencopet.

Dengan mengenakan biaya 10% dari hasil setiap mencopet akan diberikan pada Muluk, Jarot pun setuju menjalani kerjasama tersebut. Akan tetapi para pencopet cilik tidak setuju dengan kerjasama itu, mereka berdalih, mereka yang capai-capai bekerja, menanggung resiko kalau ketahuan, malah hasilnya diberikan pada Muluk. Tapi Jarot tidak memperdulikan alasan mereka, ini semua demi kebaikan para pencopet cilik itu.

Kesepakatan pun dijalin, hari demi hari berlalu dan sistem yang diterapkan oleh Muluk berjalan dengan sangat lancer. Bahkan sekarang Muluk bisa membeli sepeda motor dan memiliki tabungan sebesar 11 juta dari hasil mencopet. Muluk pun mengajak 2 temannya Pipit (Ratu Tika Bravani) dan Samsul (Asrul Dahlan) yang sesama pangangguran untuk mengajari anak-anak tersebut mengenai agama dan pendidikan. Pipit selama ini kerjanya hanya mengirim surat untuk mendapatkan hadiah dari kuis-kuis yang ada di televisi. Sedangkan Samsul kerjanya hanya main domino bersama teman-temannya di pos ronda.

Muluk ingin anak-anak tersebut memiliki pendidikan, bukan hanya mencopet saja. Walaupun mendapat tentangan sebelumya, alhasil Muluk berhasil mengajari mereka ilmu agama dan pendidikan. Mereka diajari tentang shalat, menulis, membaca, Pancasila, UUD, dll.

Kini para pencopet cilik itu bukan lagi pencopet yang tidak memiliki pendidikan, mereka sudah dibekali dengan ilmu agama dan kewarganegaraan. Kini sebagian dari pencopet tersebut akan beralih menjadi pengasong, sebuah angkah baru menuju kehidupan yang lebih baik. Akan tetapi, mereka tetap tidak ingin menjadi pengasong, mereka masih memilih untuk menjadi pencopet karena hasil yang didapat jauh lebih besar daripada sekedar mengasong.

Muluk berbohong kepada orang tuanya mengenai pekerjaannya, ia mengatakan bahwa ia bekerja di suatu perusahaan dan ia bekerja di bidang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Sampai pada suatu hari, ayahnya (Dedy Mizwar) beserta teman-temannya ingin datang ketempat Muluk bekerja. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat bahwa yang selama ini dilakukan oleh Muluk dkk adalah memberdayakan pencopet, bukan pekerjaan yang halal.

Ayahnya pun sedih mengetahui bahwa yang selam ini dilakukan oleh Muluk adalah pekerjaan yang haram. Dan sekarang para pencopet itu kembali ke masa kelamnya, yaitu melanjutkan pekerjaan mereka sebagai mpencopet. Namun, Komet dan sebagian anak buahnya memilih untuk berhenti menjadi pencopet. Mereka memulai hidup baru dengan menjadi pengasong. Walaupun berat yang dirasakan, mereka tetap tidak menyerah. Karena mereka yakin bahwa menjadi pengasong lebih baik daripada menjadi pencopet.

Muluk pun memutuskan untuk berhenti memberdayakan para pencopet itu. Ia lalu belajar menyetir untuk nantinya menjadi TKI di Arab. Pipit kini kembali mengirim surat ke berbagai tempat agar mendapat hadiah. Dan Samsul pun kembali menjadi pemuda yang tidak pernah bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, ia kembali bermain domino.

Kisah dari Alangkah Lucunya Negeri Ini menunjukkan realita kehidupan yang terjadi saat ini di Indonesia. Dimana pengangguran, anak jalanan, pencopet, dll merajalela ditengah masyarakat. Film ini juga menggambarkan wajah daripada DPR, yaitu korupsi, laptop, dll. Hal dikerjakan oleh Muluk adalah sesuatu yang sangat mulia, ia ingin mengubah jalan hidup orang-orang yang telah melenceng untuk kembali ke jalan yang benar. Akan tetapi, caranya yang salah. Tidak seharusnya ia memberdayakan para pencopet untuk mencopet, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mengubah hidup mereka selain mencopet.

Film ini juga menampilkan rasa nasionalisme kepada kita, yaitu adegan pada saat Muluk dkk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, “Indonesia Raya”. Kita dapat bercermin pada wajah Indonesia sekarang, betapa rusaknya wajah Indonesia sekarang. Korupsi merajalela, kemiskinan dimana-mana, kriminal, kelaparan, dll. Tapi kita tidak boleh hanya mengkritik saja apa yang terjadi pada Indonesia. Kita harus berbuat sesuatu untuk bangsa kita tercinta, walau sekecil apapun itu. Karena perubahan besar selalu dimluai dengan langkah yang kecil.

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting