Prestatif, Aktif, Tanggap, Kritis, Visioner, dan Tanggung Jawab (PATRIOT)
Apakah yang dimaksud dengan mahasiswa yang prestatif?
Sebelum menjawab apakah yang dimaksud dengan mahasiswa prestatif, kita harus mendefinisikan terlebih dahulu apa yang dimakssud dengan prestatif. Orang-orang pasti akan langsung menuju ke kata “prestasi” ketika mendengar kata prestatif. Prestatif adalah sebuah kata sifat, kata awalnya adalah prestasi. “Prestasi” disini mempunyai arti yang sangat luas, orang-orang pasti langsung berpikir tentang medali emas, penghargaan, menang lomba olimpiade, mendapatkan juara dalam perlombaan karya tulis ilmiah, dan sebagainya ketika mendengar kata prestasi. Padahal, definisi yang sesungguhnya dari prestasi adalah sesuatu yang telah dicapai. Berarti, mahasiswa prestatif disini diartikan sebagai mahasiswa yang telah banyak mencapai sesuatu. “Sesuatu” disini pun juga memiliki arti yang luas, tidak hanya di bidang akademik, tapi juga di bidang non-akademik. Seperti aktif di organisasi, aktif di bidang olahraga, bidang seni budaya, dan lain sebagainya. Bahkan, seuatu hal kecil yang telah kita capai pun dapat dikatakan sebagai prestasi. Misalnya, kita berencana untuk membeli sebuah kipas angin kecil untuk ditaruh dikamar, karena kamar kita panas sekali. Lalu kita menabung sedikit demi sedikit dengan sabar agar tujuan kita tercapai. Nah, pada saat usaha kita membuahkan hasil, kita berhasil membeli sebuah kipas angina kecil yang kita idam-idamkan. Itu berarti kita telah berprestasi, kita telah berhasil mencapai sesuatu, walau sekecil apapun sesuatu itu, dan jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil, karena sesuatu yang besar selalu dapat dicapai dimulai dengan sesuatu yang kecil. Jadi, menjadi mahasiswa yang prestatif bukanlah harus menjadi mahasiswa yang mendapat medali emas, bukanlah haru menjadi mahasiswa yang menang kejuaraan karya tulis ilmiah. Tapi mahasiswa prestatif adalah mahasiswa yang telah mencapai berbagai sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, dan tentunya juga bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya. Karena hakikat sebuah mahasiswa adalah mahasiswa yang mengenal lingkungan sekitarnya, peduli terhadap lingkungan sekitarnya, dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat luas. Bukanlah menjadi mahasiswa yang hanya memikirkan dirinya sendiri, hanya memikirkan bagaimana caranya agar mendapatkan IPK yang tinggi dan lulus dengan jangka waktu yang pendek.
Menjadi seorang mahasiswa yang prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner, dan bertanggung jawab adalah impian semua mahasiswa yang ingin statusnya sebagai mahasiswa tidak terbuang percuma. Siapa sih yang tidak ingin menjadi mahasiswa yang memiliki semua kemampuan yang akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang sukses? Tentunya semua orang ingin menjadi orang yang sukses. Nah untuk menjadi orang sukses, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan niat yang kuat, motivasi yang besar, kerja keras, serta doa tanpa henti. Karena dengan tanpa itu semua, kita tidak akan bisa menjadi orang sukses.
Sebenarnya, apa sih yang dicari oleh seorang mahasiswa pada saat mereka duduk dibangku sebuah perguruan tinggi? Apakah hanya sekedar nilai yang tinggi? Jika yang dicari adalah nilai yang tinggi, sesunggunya mereka hanya membuang-buang waktu mereka, lebih baik mereka bersantai saja dirumah daripada harus susah payah pergi ke kampus. Karena mereka tidak akan mendapatkan makna yang sesungguhnya dari menjadi seorang mahasiswa.
Saat ini, kebanyakan mahasiswa hanya terfokus dengan tujuan serta kepentingan pribadi mereka seperti tamat dalam waktu singkat dan IPK yang tinggi. Hanya ada beberapa saja di antara mereka yang mempunyai kemauan, kemampuan dan kesungguhan dalam menggeluti organisasi-organisasi, khususnya organisasi mahasiswa. Mayoritas orang berpendapat bahwa mereka (mahasiswa) yang bergelut dengan dunia organisasi kampus akan terkena syndrome tamat dalam waktu lama dan dengan IPK yang tidak begitu memuaskan. Betul tidak?
Sesungguhnya, berkecimpung di dunia organisasi akan memberikan kita manfaat yang luar biasa. Berorganisasi merupakan langkah awal kita untuk belajar bekerja sama, membangun relasi (jaringan), mengerti dan memahami, belajar arti kesungguhan, ketulusan serta pengabdian sebelum nantinya memasuki dunia kerja dan meniti karir lebih jauh. Ilmu-ilmu yang dulu hanya kita dapatkan secara teoritis pada mata pelajaran Kewarganegaraan saat masih di bangku sekolah. Nah, disinilah letak kedewasaan dan kearifan kita dalam menyikapi dan memanajemen diri dengan sebaik mungkin antara aktif berorganisasi serta berprestasi baik di bidang akademis maupun non akademis.
Dari hari ke hari, mahasiswa dari belahan dunia lainya juga sedang melakukan percepatan diri yang boleh dikatakan lebih cepat beberapa langkah dari kita. Sebagai seorang mahasiswa, tentu hendaklah kita menggali potensi-potensi positif yang ada pada diri kita agar tidak ketinggalan. Jangan sia-siakan diri kita sebagai mahasiswa, jangan sia-siakan segala potensi dan bakat yang kita punya. Berkontribusilah kepada masyarakat, berbuatlah sesuatu untuk negara kita, untuk orang tua kita, untuk bangsa. Jangan Tanya apa yang sudah negara beri untuk kita, tapi tanyalah apa yang sudah kita beri untuk negar. Menjadi mahasiswa biasa atau mahasiswa luar biasa, jawabannya ada pada diri anda. HIDUP MAHASISWA!
9:29 AM
Pahlevie



0 comments:
Post a Comment