Sunday, December 18, 2011

Jika Aku Menjadi Presiden



JIKA AKU MENJADI PRESIDEN



“Presiden”, sebuah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Sebuah kata yang melambangkan sosok seorang pemimpin, pemimpin suatu bangsa, pemimpin dari berjuta umat manusia, pemimpin rumah tangga negara. Presiden, seorang manusia yang memikul tanggung jawab berat atas masyarakat yang telah memilihnya, atas negara yang dipimpinnya. Mengapa banyak sekali orang yang berhasrat untuk menjadi seorang presiden? Padahal jika dilihat lebih dalam lagi, sungguh sangat tidak enak menjadi seorang presiden.

Seorang presiden memikul beban yang sangat berat atas jabatan yang didudukinya, ia harus membawa negara beserta rakyatnya menuju kesejahteraan. Bertanggung jawab atas nasib negaranya kelak, bertanggung jawab atas krisis yang dihadapi, bertanggung jawab atas apa saja yang terjadi pada negara yang dipimpinnya. Sungguh sebuah jabatan yang sangat mengerikan untuk diduduki. Tetapi sekali lagi, “Mengapa orang–orang berlomba untuk menjadi seorang presiden?”.

Apakah mereka tidak tahu atas tanggung jawab yang harus mereka pikul setelah mereka menjadi presiden? Apakah mereka tidak tahu atas apa yang akan terjadi pada diri mereka apabila mereka berbuat kesalahan dalam memimpin rakyatnya? Apakah mereka hanya ingin memperkaya diri dengan menggunakan embel-embel “Presiden”? Akan tetapi, dibalik semua itu, menjadi seorang presiden adalah suatu tugas yang sangat mulia, sungguh suatu kehormatan yang sangat besar menjadi orang yang dipercaya oleh rakyatnya untuk membimbing mereka menuju jalan kesejahteraan.

Bayangkan, sungguh mulia hati seorang presiden, ia rela waktunya dimakan, ia rela tenaganya dikuras, ia rela mengorbankan kehidupannya, istrinya, anaknya, dan semua itu dilakukan semata–mata demi kepentingan rakyatnya. Sebagai contoh, mari kita lihat presiden kita sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono. Penampilannya berubah setelah ia diangkat menjadi presiden, kantung matanya sudah turun, menandakan bahwa ia tidak cukup tidur. Ia didera stres, karena harus memikirkan nasib rakyatnya, masih banyak rakyatnya yang hidup secara tidak layak, kemiskinan dimana–mana, korupsi merajalela, ditambah lagi, ia harus menepati janji – janji yang telah diucapkannya pada saat dahulu.

Sekarang saya akan memposisikan diri saya sebagai seorang presiden, menjadi orang nomor satu di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Apa saja yang akan saya lakukan jika saya menjadi seorang presiden? Sanggupkah saya bertanggung jawab atas rakyat–rakyat yang saya pimpin? Sanggupkah saya memikul beban yang ditaruh diatas pundak saya?

Jujur, saya tidak sanggup untuk memikul semua beban itu sendirian, saya membutuhkan orang–orang yang memiliki loyalitas tinggi dan dapat dipercaya untuk menjalankan amanah besar ini. Untuk itu, yang pertama kali akan saya lakukan apabila saya menjadi seorang presiden adalah, memilih orang–orang yang benar–benar mempunyai rasa memiliki atas negaranya. Orang-orang seperti ini tidak akan sanggup untuk mengkhianati negaranya, mengkhianati orang-orang yang telah percaya kepadanya, mengkhianati amanah yang telah diberikan kepadanya.

Oleh karena itu, saya akan mengadakan sebuah training khusus untuk seluruh wakil rakyat yang ada di Indonesia. Training yang akan membuka pintu hati mereka, training yang akan menanamkan spiritual yang tinggi, bahwa mereka tidak butuh kemewahan, uang, jabatan, dan hal-hal lain yang memuja memuji kehidupan yang fana ini. Saya ingin mereka memahami arti menjadi seorang khalifah, wakil dari rakyat mereka, orang yang menjadi yang kepercayaan rakyatna, orang yang menjadi tempat mengadu, dan orang yang akan memberikan perlindungan terhadap rakyatnya.

Setelah saya mendapatkan orang-orang tersebut, saya beralih kepada rakyat yang telah mempercayakan diri saya untuk membimbing mereka menuju kesejahteraan. Yang ingin saya tanamkan pada rakyat saya adalah, rasa nasionalisme, rasa memiliki atas negara tempat mereka tinggal, rasa kekeluargaan yang tinggi. Nasionalisme disini bukan dalam arti yang sempit, tapi rasa memiliki yang haqiqi, menyadari bahwa kita semua adalah suatu keluarga besar, yang tidak bisa menjalani hidup jika sendirian.

Saya menyadari bahwa hal tersebut sungguh sangat sulit untuk dicapai, bahkan mungkin hampir mustahil untuk dilakukan. Akan tetapi, suatu perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang kecil. Sesulit apapun itu, insya Allah saya akan tetap memperjuangkan amanah ini, walau apapun yang akan terjadi. Karena dengan mewujudkan 2 hal yang saya akan lakukan tadi, niscaya negara ini akan menuju kesejahteraan yang haqiqi.

Tidak akan terjadi krisis ekonomi, krisis bahan bakar, krisis pangan, korupsi, kemiskinan, kelaparan, kriminal, dan banyak lagi persoalan-persoalan yang tengah dihadapi oleh negara-negara diseluruh penjuru dunia. Karena kita semua bersinergi melakukan segalanya dengan hati yang ikhlas, dengan rasa saling memiliki,serta dengan hati yang suci. Allah tidak akan mencelakakan hambanya, kecuali mereka yang memintanya.

Semoga terwujud sebuah negara yang menjadi impian semua orang, negara dengan tanpa krisis, tanpa kriminal, negara yang makmur sentosa. Dan semoga kita semua mamiliki rasa nasionalisme yang haqiqi. Amin.

Muhammad Hafizh Pahlevie

5211100172

3 comments:

Adi Cipta Erlangga said...

pas diliat dari home gepeng loe hahaha...

Ini Gue said...

kebanyakan cuma buat menutup lubang uang yang bolong gara-gara kampenye gan,,

jika anda jadi "calon" presiden,, akankah anda kampanye>??

Mayangsekar Agintiara said...

gak milih km deh kalo km jadi presiden, hahaha

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting