Friday, December 23, 2011

MASA REMAJA: DULU dan SEKARANG (PART 2)

MASA REMAJA: DULU dan SEKARANG (PART 2)

Di postingan sebelumnya, kita telah membahas bagaimana kisah remaja Nabi Muhammad SAW. Nah sekarang mari kita lihat bagaimana remaja-remaja yang ada pada zaman Nabi, siapa sajakah mereka? Let’s check it out!

REMAJA REMAJA HEBAT DI ZAMAN NABI


1. Zubeir bin Al-Awwam ra

Dialah teman diskusi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, anggota pasukan berkuda Islam, tentara yang pemberani, juga pemimpin dakwah Islam di zamannya.Berapa umurnya saat itu? 15 tahun!! Sangat mencengangkan.


2. Thalhah bin Ubaidillah ra

Dia adalah salah seorang pembesar utama barisan Islam di Mekah, singa podium yang handal, tentara berkuda yang masyhur dengan kepiawaian dan keberaniannya, donatur infaq fi sabilillah, juga seseorang yang dijuluki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Thalhatul khair (pohon kebaikan).Usia beliau saat itu, adalah 16 tahun!



3. Sa’ad bin Abi Waqqash.

Seorang sahabat besar, beliaulah yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam. Juga, satu-satu sahabat yang pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jamin dengan kedua orang tuanya di saat perang Uhud, dengan berkata, “Lepaskan Sa’d, demi ayah dan ibuku!” sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib ra. Dan Beliau baru berumur 16 tahun, ketika itu.


4. Al-Arqam bin Abil Arqam Al-Makhzumi ra

Pemuda yang meninggalkan banyak kenangan indah bagi tiap muslim. Selama 13 tahun penuh, beliaulah yang berani membuka pintu rumahnya untuk dijadikan markas dakwah di kota Mekah, meski bahaya terus membayangi. Beliau masih berusia 16 tahun saat itu.


5. Ali bin Abi Thalib ra

Beliau adalah seorang anak yang masih berumur 10 tahun, hanya 10 tahun! Namun ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat wahyu yang pertama kali, Rasulullah saw langsung pergi menemui Ali dan memberitahukan kabar gembira itu padanya. Subhanallah!

6. Zaid bin Tsabit

Tahukan Anda impian sahabat kecil yang umurnya baru 13 tahun dan belum baligh ini? Beliau adalah sahabat yang masyhur dengan postur tubuh yang kecil. Namun, subhanallah! dengan postur dan usianya yang relatif kecil itu, beliau selalu menyibukkan hidupnya dengan urusan umat. Saat itu, ketika Zaid kecil mendengar berita bahwa pasukan Islam bersiap-siap hendak menghadapi tentara musyrikin di medan badar, semangat bela agama di hatinya seketika tergerak. Ya, sahabat kecil ini kemudian mengusung pedangnya, sebuah pedang yang lebih panjang dari tinggi badannya! Berangkat dan bergabung dengan tentara muslim yang lain.

Sungguh luar biasa kepribadian yang dimiliki oleh remaja-remaja di zaman Rasulullah. Semoga kita bisa meniru kehebatan yang dimiliki oleh remaja-remaja pada saat itu. Jadikanlah mereka sebagai pedoman kita untuk bersikap selayaknya seorang remaja sejati.

MASA REMAJA: DULU dan SEKARANG (PART 1)

MASA REMAJA: DULU dan SEKARANG (PART 1)

Masa remaja adalah masa mengukir prestasi. Karena fase inilah fase untuk membuktikan bahwa kita memiliki potensi untuk memberikan karya terbaik bagi umat ini. Maka bila masa ini terbuang tercuma akan menyebabkan sebuah penyesalan yang besar di akhir nanti. Untuk itu dibutuhkan semangat dan ilmu yang kuat agar kita mampu menggunakan masa ini dengan baik. Agar terukir indah dan member kontribusi terbaik bagi diri dan agama kita.


MASA REMAJA NABI MUHAMMAD SAW

Sebelumnya, marilah kita melihat kepada pribadi teladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Pada awal-awal masa remaja, Rasulullah belum memiliki pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitu, beliau tidak putus harapan. Beliau menggembala kambing di kalangan Bani Sa’ad dan juga di Makkah dengan imbalan beberapa dinar. Beliau menjalani semua itu selama beberapa tahun.

Pada usia dua puluh lima tahun, beliau pergi berdagang ke Syam menjualkan barang dagangan milik Khadijah binti Khuwailid. Khadijah ialah seorang wanita pedagang, terpandang dan kaya raya. Dia biasa menyuruh orang-orang untuk menjalankan barang dagangannya dengan membagi sebagian hasilnya kepada mereka. Sementara kebanyakan orang Quroisy memiliki kegemaran berdagang. Karena itulah kerjasama dagang di antara mereka bisa berjalan dengan baik.

Di kalangan kaum Quraisy, Nabi Muhammad memang dikenal sebagai orang yang berbudi luhur. Tatkala KhAdijah mendengar kabar tentang kejujuran perkataan beliau, nama baik dan kemuliaan akhlak beliau, maka dia pun mengirimkan utusan dan menawarkan kepada beliau agar berangkat ke Syam untuk menjualkan barang dagangannya. Dia siap memberikan imbalan yang jauh lebih banyak dari imbalan yang pernah dia berikan kepada pedagang-pedagang yang lain. Tapi dengan syarat, beliau harus pergi bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah. Beliau menerima tawaran ini. Maka, berangkatlah beliau ke Syam untuk berdagang disertai Maisarah.

Setelah selesai berdagang di Syam, beliau bersama Maisarah kembali ke Makkah. Setibanya di Makkah, KhAdijah terheran-heran dan takjub. Keuntungan yang ia peroleh dari perdagangan Nabi Muhammad sangatlah banyak. Tidak pernah sebelumnya ia mendapat laba sebesar itu. Maisarah menceritakan kepada Khadijah bahwa Nabi Muhammad bisa mendapatkan itu semua karena modal dagang utama beliau adalah akhlak yang mulia, juga kecerdikan dan kejujuran. Sehingga wajar bila orang-orang yang menjalin hubungan dagang dengan beliau merasa senang.

Itulah potret remaja seorang Rasul yang kita cintai. Beliau tidak MALAS, tidak juga menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Tetapi beliau mengambil posisi penting untuk mengekspresikan potensi dan bakatnya dengan berdagang. Beliau tidak menyia nyiakan kesempatan sedikitpun.





6 KRITERIA WANITA YANG HARUS DIJAUHI OLEH PRIA




6 Kriteria Wanita yang Harus Dijauhi Oleh Pria

Teman-teman, saya mau share nih, ciri-ciri wanita yang harus di jauhi oleh kita, yaitu kaum pria, dan kalau bisa jangan dijadikan seorang istri. Mari kita simak apa saja kriterianya.

1. Wanita "Ananah" : wanita yang banyak mengeluh. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumah tangganya semua tidak suka dan tidak berpuas hati.

2. Wanita "Mananah" : wanita yang suka meniadakan usaha dan jasa suami, akan tetapi sebaliknya menepuk dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3. Wanita "Hananah" : Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain (bekas suaminya dahulu)yang dikawininya sebelum sekarang, atau kepada anak dari suaminya yang lain, dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

4. Wanita "Hadaqah" : melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya utk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya, selain itu wanita ini suka ikut nafsunya. Wanita seperti ini membuat pusing kepala lelaki. Dia ingin apa saja dia mau. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk.

5. Wanita "Basaqah" : ada 2 makna, yaitu:

a. Pertama : wanita seperti ini suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditujukkan kepada dunia. Suka melawan. Uangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita seperti ini juga sangat suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengungguli dirinya.

b. Kedua: dia marah ketika makan, dan tidak mau makan kecuali dipisah dengan yang lain dan disendirikan bagiannya.

6. Wanita "Syadaqah" : Wanita yang banyak bicara tentang perkara yang sia-sia dan lagi membisingkan sekitarnya.

Kita harus waspada pada kriteria wanita yang seperti ini, karena nantinya akan membawa mudharat kepada kita. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi ketika kita akan memilih calon istri nantinya.

KETIKA JILBAB SUDAH TIDAK DIMAKNAI LAGI



KETIKA JILBAB SUDAH TIDAK DIMAKNAI LAGI


Pernahkah kita berpikir mengapa begitu banyak perempuan dan wanita muslim yang mengenakan ‘jilbab’, namun berpakaian sangat ‘provokatif,’ misalnya menampakkan lekuk-lekuk kemolekan tubuhnya?

Fungsi jilbab yang semestinya diarahkan untuk menutupi aurat, seperti dada dan pinggul, justru malah diabaikan. Penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab dalam perspektif hijab yang disyariatkan Islam. Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul”. Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jeanS atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.

Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik.

Segelintir perempuan berkomentar, “Lho, masih mending memakai kerudung atau jilbab gaul, daripada tidak sama sekali?!

Yang lainnya menyatakan, “Ini kan masih belajar untuk menutup aurat.” Ya, kerudung gaul selalu dianggap lebih baik daripada tidak menutup aurat sama sekali. Atau juga dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat. Pernyataan-pernyataan tersebut sekilas tampak benar, namun sejatinya sungguh keliru. Karena seorang muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah.

Bagi para muslimah yang memahami benar ketentuan jilbab sesuai perintah teks Al-Qur‘an dan hadits, mengenakan kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. “Maksudnya pengen mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming saat ini.

Bahkan lucunya, kini semacam ada pandangan yang menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk berjilbab panjang dan mengenakan gamis rapih, maka mereka akan kehilangan respek dari kaum lelaki. Padahal, ditilik dari sudut pandang Islam, perempuan dewasa yang tidak menutup aurat, justru merekalah yang akan kehilangan respek dari setiap muslim dan muslimah, dan kehilangan respek dari Allah tentunya.

Padahal, jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah,berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis, atau kain (kisaa‘) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsaub) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus Al-Muhith dinyatakan bahwa ilbab itu laksana sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.

Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung dia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun, dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.

Setiap laki-laki pun sontak berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Mata mereka akan menelanjanginya dari atas hingga mata kaki. Sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah dia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.

Inilah mengapa para pengguna kerudung gaul diibaratkan berpakaian namun telanjang. Hal ini sebagaimana disinyalir Rasulullah dalam sabda beliau, “Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggok-lenggok, kepalanya bagaikan punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim)

Ketika ditanya mengenai sabda Nabi: “Berpakaian tapi telanjang”, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, “Yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).”

Inilah fenomena yang terjadi sekarang wahai teman-teman, seharusnya ini menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya untuk para perempuan. Yang berhak menikmati keindahan tubuh kalian hanyalah suami kalian sendiri kelak. Jadi untuk apa sekarang kalian memamerkan keindahan itu untuk prang banyak, secara gratis lagi. Marilah kita berubah mulai dari sekarang, yang lalu biralah berlalu. Allah pasti akan mengampuni semua dosa umatn-Nya, jika mereka ingin bertaubat.

KEAJAIBAN ANGKA 19



KEAJAIBAN ANGKA 19

Teman-teman, tahukah kalian? Angka 19 yang selama ini kita kenal ternyata bukan sembarang angka lho. Angka 19 mempunyai banyak kejaiban, diantara banyak keajaiban tersebut, saya akan membahas beberapa saja, mari sama-sama kita lihat, apa saja keajaiban dari angka 19.

- Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3).

- Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni ‘Maha Awal dan Maha Akhir’ (Surat ke-57 ayat : 3).

- Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang Maha Esa (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu ‘Maha Besar’.

- Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.

- Dalam buku "Atlas Anatomi" yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari kerangka manusia yaitu : - tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena didalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.

- Pada point 5, juga ditemukan hal yang menarik, alat-alat tubuh manusia seperti tangan dan kaki sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan kita. Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada masing-masing tapak tangan/kaki (dengan mengecualikan ruas-ruas pergelangan tangan). Dan tahukah anda, bila bentuk tapak tangan/ kaki kita menyerupai bentuk kata Allah (dalam Bahasa Arab) ?

- Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatarbelakangi komposisi literer Quran, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu Illahi, bukan karya manusia. Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema utamanya. Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, dengan bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatar-belakanginya.

- Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran. Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan. Demikianlah seluruh isi Quran seutuhnya akan tetap asli hingga di akhir zaman karena telah disegel oleh-Nya dengan angka 19 yang merupakan lambang identitas-Nya.

Thursday, December 22, 2011

FOTO PRA WEDDING, BOLEH TIDAK YA?







FOTO PRA WEDDING, BOLEH TIDAK YA?

Saat ini banyak pengantin yang memakai jasa foto pra wedding. Di situ pengantin pria dan wanita yang belum akad nikah sudah berpose berdua. Untuk melakukan foto-foto tersebut mereka pun terlihat mesra seperti layaknya suami isteri. Padahal mereka belum sah secara agama. Bagaimana hukumnya?

Sampai selesai ijab qabul antara ayah kandung pihak pengantin perempuan dan menantu laki-lakinya, hubungan antara kedua insan yang akan menikah itu tetap masih haram. Keharamannya tidak ada bedanya dengan haramnya seorang wanita dengan laki-laki asing lainnya.

Sebuah persepsi salah yang sering kita jumpai di tengah masyarakat adalah memberikan kelonggaran kepada pasangan yang akan segera menikah untuk berjumpa, bercampur, bergaul dekat bahkan intim. Padahal semua itu masih haram hukumnya dalam pandangan syariat Islam. Namun banyak kita jumpai kesalahan seperti ini di tengah masyarakat. Selama ijab qabul belum terjadi, keduanya masih diharamkan untuk berduaan, berjalan-jalan, makan berdua atau bentuk lain yang intinya adalah berkhalwat. Sebab yang ketiganya adalah syaitan, yang dapat saja menggoda keduanya melakukan hal-hal yang dimurkai Allah SWT.

Kepada mereka berdua juga haram untuk terlihat sebagian auratnya, bersentuhan kulit, apalagi melakukan melakukan kencan mesra dan sejenisnya. Dan termasuk hal yang seharusnya dihindari adalah melakukan shooting adegan yang menggambarkan bahwa mereka berdua adalah sudah menjadi suami istri, dengan pose-pose yang mendukung ke arah itu. Meski tujuannya untuk dicetak pada kartu undangan pernikahan mereka berdua. Sebab secara hukum, keduanya masih sama-sama orang asing, lantarann belum terjadi ijab kabul.

Kalau pun foto seperti itu harus dibuat, sebaiknya adegan itu diambil setelah adanya akad nikah terlebih dahulu. Dan biasanya, ada jeda waktu tertentu antara acara akad nikah dengan pesta selama beberapa waktu, sehingga masih ada kesempatan untuk mengambil gambar dan mencetaknya pada kartu undangan. Rasanya hanya inilah alternatif yang benar untuk masalah yang satu ini. Memang saat ini secara teknologi fotografi mungkin saja dibuat foto seperti itu tanpa keduanya dipotret bersamaan. Calon pengantin laki-laki dan calon penganting wanita masing-masing dipotret sendiri-sendiri secara terpisah, lalu kedua hasil foto mereka bisa dipadukan dengan menggunakan software tertentu, sehingga hasilnya seolah-olah mereka difoto bersama.

Namun titik masalahnya bukan hanya saat pengambilan gambar, tetapi harus diperhatikan juga tentang asosiasi orang lain yang melihat hasil rekayasa itu. Paling tidak orang yang mengerti syariah akan bertanya, mengapa keduanya sudah berpose layaknya sepasang suami istri padahal belum lagi resmi menikah? Barangkali bila foto mereka masing-masing diletakkan pada posisi yang terpisah, akan lebih baik dan lebih selamat dari banyak pertanyaan. Yang penting bahwa tujuan pembuatan foto itu tetap tercapai, namun tanpa menimbulkan masalah atau tanda tanya.

Kita harus lebih arif dan jeli dalam melakukan segala tindakan, terutama hal-hal yang terkait dengan pelanggaran secara syariah. Agar hidup kita berkah dan mendapat ridha dari Allah SWT. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

TUJUH TAHUN HILANG PASCA TSUNAMI, GADIS BELIA PULANG

TUJUH TAHUN HILANG PASCA TSUNAMI,

GADIS BELIA PULANG


Teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita tantang seorang gadis Aceh yang telah hilang selama 7 tahun pasca tsunami akhirnya kembali pulang kepada kedua orang tuanya. Sungguh suatu mukjizat yang luar biasa bagi kedua orang tua gadis ini. Anaknya yang dikira sudah tidak selamat lagi ternyata masih hidup, pada saat tsunami menerjang, gadis ini masih berusia 8 tahun, ia terlepas dari pegangan ibunya. Ibu gadis tersebut bukannya tidak berusaha mancarinya, tapi ia tidak yakin kalau anaknya masih hidup.

Gadis malang itu bernama Wati (15) warga Lr Sangkis, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Provinsi Aceh. Ibrahim, yang tak lain adalah neneknya, mengatakan bahwa cucunya tersebut menghilang saat berusia delapan tahun saat tragedi tsunami menerpa Aceh 26 Desember 2004.

"Saya yakin benar kalau dia adalah cucu saya, karena dari ciri-ciri sudah kami lihat ada kemiripan cucu saya yang hanyut bersama gelombang tsunami tujuh tahun lalu," katanya.

Ia mengatakan, dari keterangan gadis berkulit hitam manis tersebut, selama ini ia tersesat dan melanglang buana sampai ke wilayah Aceh Utara dan Aceh Besar, tidak mengetahui di mana orang tuanya karena trauma dan rasa takut masih menghantui perasaan gadis itu. Ibrahim Rabu (21/12) siang mengatakan, gadis berambut capak itu turun di terminal Bus Meulaboh datang dari Kota Banda Aceh, dan ia pergi ke warung kopi Simpang Pelor kemudian duduk termenung.

Saat itulah warga setempat yang mengira gadis berkerudung biru itu adalah seorang peminta-minta menayakan asal-usulnya dan ia terdiam, tak lama kemudian ia hanya teringat nama kakeknya yang ditinggal di Kota Meulaboh. "Saat ditanya orang dia hanya teringat nama saya, kemudian ada warga kita langsung mengantarkan dia ke rumah, kemudian saya langsung memanggil kedua orang tuanya yang selamat waktu tsunami dulu," jelas Ibrahim.

Sementara itu Yusniar (35) dan M Yunus (43) merupakan orang tua dari gadis belia yang sudah berusia 15 tahun itu mengaku benar anaknya dari tahi lalat dan bekas luka diatas kelopak matanya saat berusia enam tahun bersamanya. "Ini benar anak saya, saat saya tanya dia punya kakak bernama Yuli dan seorang adik saat ia dulu berusia 7 tahun, kakaknya dulu selamat, namun dia hilang dibawa gelombang tsunami," sebut Yusniar.

Yusniar tidak yakin kalau anak keduanya itu masih hidup setelah dibawa dahsyatnya arus gelombang tsunami, akan tetapi setelah melihat dari ciri-ciri, bawaan serta kemiripan anak itu tampak jelas raut wajah ayahnya. Isak tanggis keluarga Wati mengemparkan warga Kelurahan Ujong Baroh, berbondong-bondong melihat korban tsunami Aceh yang menghilang ternyata masih hidup melang-lang buana tidak tahu pulang ke rumah.

Sungguh beruntung keluarga ini, akhirnya mereka dipertemukan kembali dengan anak kesayangannya yang telah hilang selama 7 tahun. Allah memang mempunyai rencana tersendiri bagi hambanya, kita sama sekali tidak bisa menebaknya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari pertemuan sang anak dengan keluarganya ini.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting